Buenos Aires – cvtogel Legenda sepak bola Argentina, Javier Mascherano, kembali menjadi sorotan setelah mengomentari kondisi fisik dan mental sahabat sekaligus rekan satu negaranya, Lionel Messi. Dalam wawancaranya baru-baru ini dengan media lokal, Mascherano menegaskan bahwa Messi tidak dalam kondisi kesakitan, namun mengisyaratkan ada aspek lain yang perlu diperhatikan oleh publik dan pelatih Argentina.
Kondisi Messi: Lebih dari Sekadar Cedera Fisik
Lionel Messi, yang kini bermain untuk Inter Miami di Major League Soccer (MLS), telah menunjukkan performa konsisten meski usianya tak lagi muda. Namun, setiap kali sang mega bintang tampak absen atau bermain di bawah standar, spekulasi pun langsung bermunculan — mulai dari cedera kambuhan hingga kelelahan mental.
Mascherano menegaskan, “Leo bukan dalam kondisi kesakitan atau cedera serius. Dia tetap menjaga tubuhnya dengan baik, dan dia tahu kapan harus mendorong batas, kapan harus menahan diri. Tapi yang kadang orang lupa adalah tekanan emosional dan mental yang dia bawa selama lebih dari satu dekade.”
Tekanan yang Tak Terlihat
Mascherano, yang kini menangani tim muda Argentina U-23, menyoroti tekanan luar biasa yang terus melekat pada Messi meski sudah menjuarai Copa America dan Piala Dunia.
“Kita melihat Leo tersenyum, bermain dengan anak-anak, tampil di pertandingan besar. Tapi di balik itu, dia selalu merasa harus memberikan lebih. Harus menang. Harus sempurna. Itu bukan rasa sakit fisik — itu beban yang datang dari harapan publik dan dirinya sendiri,” ujar Mascherano.
baca juga: krisis-gaza-di-luar-imajinasi-jerman-tekan-israel-untuk-bertindak
Performa Messi di MLS dan Timnas
Di MLS bersama Inter Miami, Messi menjadi andalan utama meski harus mengatur menit bermain. Pelatih Gerardo “Tata” Martino kerap merotasi Messi demi menjaga kebugarannya. Namun dalam beberapa laga, fans melihat Messi tampak menurun intensitasnya, terutama dalam pertandingan yang padat dan perjalanan jarak jauh.
Di level timnas, Messi tetap menjadi simbol kekuatan Argentina. Namun Mascherano memberi sinyal bahwa sudah saatnya tim mulai menyiapkan generasi baru yang bisa menopang bahkan menggantikan peran Messi secara bertahap.
“Leo akan selalu ada selama dia bisa dan mau bermain. Tapi kita juga harus realistis — kita tak bisa terus bergantung padanya. Kita harus mengembangkan sistem dan pemain yang bisa mengambil alih beban itu,” kata Mascherano dengan nada bijak.
Menghargai Messi Selama Masih Bisa
Pernyataan Mascherano bukan isyarat bahwa Messi akan segera pensiun. Namun ini menjadi pengingat bahwa masa-masa keemasan Messi di lapangan tidak akan berlangsung selamanya. Kesehatan, usia, serta motivasi pribadi adalah faktor yang tak bisa diabaikan.
Ia menutup pernyataannya dengan refleksi pribadi, “Saya mengenal Leo lebih dari 15 tahun. Dia bukan hanya pemain terbaik dunia, tapi juga manusia yang sangat peduli pada negaranya, timnya, dan keluarganya. Kita harus berhenti memaksakan kesempurnaan darinya dan mulai menikmati setiap momen yang dia berikan.”
Kesimpulan
Pernyataan Javier Mascherano membuka mata publik tentang dimensi lain dalam perjalanan seorang Lionel Messi. Bukan tentang cedera, bukan tentang statistik, melainkan tentang manusia yang selama dua dekade memikul harapan dunia sepak bola. Messi tidak kesakitan secara fisik, tapi mungkin lelah oleh beban ekspektasi yang terus datang.
Selama masih bisa menyaksikan maginya di lapangan, ada baiknya publik belajar untuk tidak hanya mengkritik atau menuntut, tapi juga menghargai dan merayakan setiap langkah kecil dari maestro lapangan hijau ini.
sumber artikel: www.ibommapro.com