HomeTeknoGame Ada yang Mirip Dirinya di Trailer GTA 6, Joker dari Florida Minta Bayaran ke Rockstar Games

JAKARTA – Rockstar Games baru saja merilis trailer Grand Theft Auto atau GTA VI yang viral dan menarik perhatian publik, meski game tersebut baru akan dirilis pada tahun 2025.

Fakta menarik di trailer GTA 6 adalah kemunculan karakter mirip Florida Joker di dunia nyata, bernama asli Lawrence Sullivan. Namun baru-baru ini dalam video TikTok, Sullivan meminta Rockstar membayar hingga $2 juta (sekitar R31 miliar) untuk penggunaan gambarnya.

Baca Juga : Honkai: Star Rail Terbaru 15 Desember 2023

“GTA, kita perlu bicara atau Anda harus membayar saya satu atau dua juta,” kata Sullivan dalam video tersebut.

Dalam video tersebut, ia juga menunjukkan kemiripan di layar antara dirinya dan karakter dari trailer game tersebut.

“Itulah saya, dari situlah mereka mendapat inspirasi,” kata Sullivan.

“Florida Joker tidak mengerti. Anda mengambil seluruh foto saya. Kamu mengorbankan seluruh hidupku,” katanya.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (14/12/2023), Sullivan mendapatkan ketenaran di internet pada tahun 2017 ketika polisi Miami menangkapnya karena diduga menodongkan pistol ke mobil yang lewat.

Wajahnya dipenuhi tato dan rambutnya berwarna hijau, yang membuatnya mendapat julukan “Florida Joker”. Dalam wawancaranya dengan WFLA pada tahun 2018 lalu, Sullivan mengatakan bahwa ia merasakan keterkaitan dengan musuh bebuyutan Batman, Joker, melalui berbagai tragedi dalam hidupnya, khususnya yang diperankan oleh Heath Ledger dalam The Dark Knight.

Sullivan mengatakan temannya dibunuh pada tahun 2014 dan juga mengaku mengalami kegagalan hubungan dan keuangan.

Ini bukan pertama kalinya Rockstar Games mengalami masalah serupa. Pada tahun 2014, aktris Lindsay Lohan menggugat perusahaan tersebut, mengklaim bahwa karakter GTA V mirip dengannya.
Namun, Mahkamah Agung Negara Bagian New York menolak gugatan tersebut pada tahun 2016, dengan mengatakan Rockstar Games tidak pernah menyebutkan namanya, menggunakan fotonya, atau menampilkan aktingnya.

Pengadilan menambahkan bahwa Lohan tidak dapat menerima kompensasi meskipun kemiripannya diketahui telah digunakan, dengan alasan bahwa Undang-Undang Publisitas tidak berlaku sama untuk karya fiksi.